jakarta #1


Ini hanya awal perjalanan dalam sebuah kota besar.. yang bernama JAKARTA.. banyak penduduknya, banyak polusinya, banyak uangnya..
Jakarta, di sini aku berdiri dan melihat betapa manusia diliputi rasa ketakutannya.. lihat saja di jalanan itu, mereka yang berjalan kaki takut tertabrak. mereka yang naik sepeda takut kebanjiran sehingga tak bisa pulang. mereka yang naik sepeda motor takut terkena asap polusi truk di depan. mereka yang naik kendaraan umum takut bertemu pencopet. mreka yang naik mobil manual takut kelelahan kaki kanan-kiri karena macet berkepanjangan. mereka yang naik mobil matic semakin deg2an melihat jarum penunjuk bensin mengarah ke huruf E. dan mereka yang naik mobil mewah takut mobilnya ter-srempet kopaja. ah inilah Jakartaku..
mungkin hanya pejabat yang tidak takut. tidak takut tertabrak, karena toh mobilnya punya pengaman yang tiada dua. tidak takut kebanjiran, karena dengan cara apapun pasti bisa menuju pulang ke rumah. tidak takut asap polusi karena kaca mobil mereka kedap udara. tidak takut pencpet, ah mungkin mereka tidak tahu bagaimana pencopet bekerja, karena bukankah mereka hendak ke pasar saja dikawal. tidak takut kelelahan, jelas, karena toh mereka memiliki supir. tidak takut kehabisan bensin, ah pun takut, yang beli bensin bukanlah mereka. tidak takut kesrempet kopaja, ya, karena mreka selalu bersama polisi yang mengawal dan 'membersihkan' jalan. tidak takut kemacetan. ah lampu merah saja mereka terobos..
ya, inilah yang aku lihat..

tapi, mereka yang berada di bawah ketakutan itulah justru mereka yang berani..
mereka yang berjuang untuk diri dan kehidupannya.
mereka yang mengalahkan segala imaji untuk menjadi yang bukan mereka.
mereka yang berjuang untuk sebuah perubahan, perubahan pada dirinya yang mereka mulai dari harta. ya, jakarta yang menyilaukan.

karena aku bukanlah kamu..


mungkin, ini karena aku tidak pernah merasa menjadi kamu dan kamu pun tidak pernah merasa menjadi aku..

baiklah, sekarang begini..
pernahkah kamu merasa apa yang aku rasa?
baik sedih maupun gembira..
mungkin kau akan menjawab seperti ini : ya, aku memang tidak merasakannya, tapi aku memahaminya..
ah, bagaimana kau memahami kalau kau saja tidak pernah merasakannya?
dan kaupun berkata..
untuk memahami tak perlulah aku merasakannya dahulu.. toh tidak semua bidan pernah melahirkan sebelum ia membantu persalinan..

namun,
tetap saja.. bagaimana kau bisa mem-posisikan dirimu seperti yang aku rasa kalau kau tidak merasakannya.. atau setidaknya kau merasakan menjadi aku..
ah ya, kita ini berbeda.. selama mungkin aku berharap bahwa suatu saat kau bisa memahami apa yang aku rasa, namun sampai kapanpun kau tak akan pernah bisa.. karena memang kau tidak merasakan hal yang sama..

ya, rasa inilah masalahnya..
perasaan yang tidak kunjung juga kau rasakan..
karena sekali lagi, aku tidak pernah merasa menjadi kamu dan kamu tidak pernah merasa menjadi aku..

betapa berharganya liburan kami..

the day is very coming..
l.i.b.u.r.a.n


akhirnya.. mengistirahatkan sejenak otak yang mungkin telah terkotak, mengembalikan kinerja mata yang beberapa hari kemarin tak lagi dimanja, berolah tubuh demi meningkatnya keseimbangan..

ya, dari dua tahun kami memaksimalkan segala anggota tubuh kami, kami hanya punya satu kali kesempatan untuk mengistirahatkannya, dimulai hari ini hingga satu bulan ke depan. setelahnya? kami akan meminjamnya kembali untuk kepentingan kami..

rencana..
ya, jelas saya punya rencana.. mulai dari yang sederhana seperti bangun siang, sampai yang sedikit berlebihan.. seperti belanja berlebihan, ke luar kota (is it a must?).. apapun, yang pasti saya bersyukur liburan ini telah datang.. 30 hari untuk cadangan energi selama 500 hari ke depan..

mungkin 2 bulan ke depan apa yang akan tubuh saya hadapi lebih berat dari biasanya, but who does really care??? yang penting hari ini saya liburan.. besok saya bisa bangun siang, leha-leha, tanpa lagi memikirkan kaup dan kawan-kawannya.. terima kasih Tuhan karena masih memberikan kesempatan berlibur.. semoga liburan kali ini indah.

happy holiday..

belajar..

kami ini adalah produk dari pendidikan konvensional.. hingga saat ini kami masih duduk di kelas dan berorientasi pada nilai, bukan kepuasan ilmu pengetahuan..

apa sih arti pendidikan?
bagi kami, ini tak ubahnya dari mengejar kesempurnaan.. untuk apa? satu jawabnya, nilai. yang terkadang angka lalu berkonversi menjadi huruf..

kamipun takut salah, karna kami tidak terbiasa untuk melakukan kebebasan ilmu pengetahuan..
kami hanya terbiasa mendengar apa kata mereka dan mengerjakannya sesuai dengan kepuasan mereka..

juga,
kami tidak terbiasa berkarya dan akhirnya memakai apa yang sudah ada..
karena saat kami menggambar langit itu hitam, mereka bilang salah.. mereka bilang langit itu biru dan awan itu putih.. tapi ketika malam, bukankah semua menjadi gelap dan saat menjelang malam, justru tak jelas warna antara jingga atau coklat semu..

yang terburuk,
kami melupakan ilmu kami.. karena kami tidak berproses dalam minat kami..
minat yang terkebiri oleh aturan yang membelenggu..
akhirnya, ilmu itu hanya numpang lewat.. dan berujung pada kalimat "ah nggak penting"..
mungkin kami pintar, kami pandai.. dibandingkan dengan anak di belahan dunia lainnya..

tapi, kami hanya mengejar hasil, dan proses itu hanya bagian kecil yang tak ada menganggapnya penting..
siapa yang salah dan siapa yang benar? ah ini pertanyaan yang berjawab sirkuler.. muter - muter..

tak ada yang lebih menarik dari sekedar berilmu dan akhirnya menggunakannya..
selamat belajar!

hanya hujan

Bandung, 9:50 PM

Suaranya, baunya, berisiknya, kesenangannnya, kerinduannya.. sangat khas..

Suaranya yang selalu membangunkan orang, tetapi juga menina bobokan yang lain..
yang tidak seperti suara - suara lainnya, yang ini sangat berbeda..

Baunya yang beragam, yang aku kenal baunya terlalu nikmat untuk kunikmati..
baunya yang melenyapkan segala lelah dalam kantong kenikmatan..

Berisiknya, ya karena dia datang tidak sendiri.. selalu ada yang menemani, dan entah mengapa teman ini begitu berisiknya. terkadang sangat menjengkelkan..

Kesenangannya,
kulihat anak kecil menyambut datangnya.. tak jarang pula aku tersenyum saat dia datang karena aku sangat merindukannya, seperti malam ini.. sepertinya akan tenang dalam rinainya, dalam iramanya, dalam alunannya, yang sanggup menina-bobokan setiap insan yang mendengarnya..


Please don't stop the rain.. (James Morisson)

ya, kau pun berhak bahagia..

saat pusing belajar metode kuantitatif dan memilih dengerin lagu berjudul PELUK nya Dewi Lestari ft.Aqi Alexa.. heemmm.. emosi bermain nih...

akhir2 ini gw lebih sering merhatiin timeline twitter gw, banyak bgt yg curcol tentang sebuah hubungan. ya relationship.. hubungan dengan pacar atau mantan pacar.. yang satu menimpali yang lain.. terkadang menyetujui..

aku sendiri pun tak paham benar tentang konsep yang satu itu, tentang cinta.. apalah itu.. yang aku tahu, pengkhianatan itu sakit. hahaha.. *tertawa satir..

saat aku belajar hidup, akupun belajar tentang cinta atas suatu hubungan..

melibatkan dua manusia yang saling merasa memiliki kecocokan dan berakhir dengan ke-cek cokkan..
melibatkan dua hati, dua rasa, dua otak dalam satu yang kalian sebut itu cinta?

dan apalah itu cinta jika diakhir yang kau hasilkan hanya sedih berkepanjangan
dan apalah itu cinta jika yang kau rasakan hanya tangisan sakit
dan apalah itu cinta jika kau hanya merasa menjadi korban..

itu bukan cinta, sama sekali bukan

karena yang kutahu cinta itu membahagiakan dan menyenangkan seperti yang aku rasakan saat ini.. siapapun kalian, kalian berhak untuk bahagia..

kalian yang percaya cinta itu ada, berarti kalian telah siap membagi hidup kalian dalam sakit dalam cinta tanpa batasan yang jelas.. semu.

akupun tak lagi punya alasan untuk mengartikan cinta, selain karena aku sedang merasakannya..

tears

Bayi terlahir di dunia diiringi tangisan.. tangisan yang membuat bahagia kedua orangtuanya dan orang lain di sekitarnya. Cara ia meminta pun melalui tangisan, kesakitan juga melalui tangisan, tangisan yang khas, yang mungkin hanya dikenali oleh ibu-nya.

Anak itu terjatuh, yang pertama ia lakukan adalah menangis, entah karena sakit atau karena malu, atau itu reaksi normal setiap manusia?!

Saat ia maju ke panggung menerima penghargaan ia menangis. kata orang - orang itu disebut menangis haru. bagiku sama saja, mengeluarkan air mata dengan kadar emosi yang berbeda.

ia bahagia, ia menangis..
ia sedih, ia menangis..

sampailah aku memahami betapa menangis menggambarkan emosi seseorang..
dan aku menangis entah untuk alasan apa, mungkin kecewa, mungkin lelah, mungkin takut, mungkin sedih, mungkin kangen, mungkin cinta, mungkin benci, mungkin ragu, mungkin bahagia, mungkin bangga.. apapun emosinya aku tak tau, aku sama - sama mengeluarkan air mata dan disebut menangis..

berbeda, jelas.. ketika aku sedih, luapan emosi yang kutumpahkan melalui tangis pasti berbeda dengan ketika aku bahagia.. meskipun begitu, bagiku menangis memiliki kekuatan tersendiri..
saat aku merasa terlalu lemah dan tak tau lagi apa yang harus kulakukan dan akhirnya aku menangis.. menangis untuk sebuah alasan yang tidak jelas..




air mata adalah pengganti kata yang telah kau habiskan untuk menggambarkan emosimu.~ (Inderaswari Dina)

salam KAUP selalu


What is a friend? A single soul dwelling in two bodies. ~ Aristotle


ah, ya.. sore ini lagi - lagi saya ber-quality time dengan dua sahabat saya. kami belajar sambil tertawa dan sesekali membicarakan hal lainnya. kami berjalan bersama dan berusaha sama - sama menikmati lelah yang ada.
kami bertiga kembali berjalan di lorong yang sama, lorong yang sama dengan 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, bahkan 5 tahun lalu. kami melewati sebuah tempat digital printing yang sangat bersejarah, membantu mencetak tugas newsletter, persis 5 tahun yang lalu.
kami bertiga sama - sama habis mengerjakan tugas yang sama dengan tugas 2 tahun yang lalu. yang membedakan, kami tidak lagi berada dalam suasana yang sama.
kami tak lagi bersenda apalagi bergurau. kami tak lagi menikmati apa yang sudah menjadi tanggungjawab kami. kami tak lagi bisa memahami apa yang sebenarnya penting bagi kami.
tepat di lorong itu, kami mengenang, di bulan yang sama dua tahun lalu..
kami mengingat pulang malam..
ya, kami baru meninggalkan kampus saat hari sudah sangat gelap, mungkin jam 10 malam atau lebih? bagi kami sama saja, yang penting tugas selesai..
kami mengingat makan di KUTEK..
ya, bagi kami jam 7 malam belum apa - apa, itu hanya jam makan malam biasa, setelahnya kami akan kembali berjuang menyelesaikan tugas kami..
kami mengingat tempat nge-print bobrok..
oh sungguh, komputernya sangat tidak canggih.. tapi tinggal tempat itu yang buka di malam hari seperti ini.. dan percaya atau tidak, di tempat itulah kami sangat berterimakasih..
kami mengingat makan malam di nasi padang margonda sudah hampir jam 11 malam..
kami sangat kelaparan, telur pun rasanya sungguh nikmat..
kami mengingat..
Cibinong, Karawang, Manggarai, Srengseng..
ya, semua untuk satu mata kuliah yang kami menyebutnya KAUP..
sebuah mata kuliah Psikologi yang mengajarkan mahasiswanya untuk belajar membuat alat ukur sendiri.. bukan penggaris atau timbangan..
tapi alat ukur untuk mengukur sesuatu yang tidak bisa kalian lihat, bukan hantu.. tapi sesuatu yang seperti ini : motivasi, kesepian, citra diri, dll..

hari ini, detik ini pun saya dan 2 sahabat saya itu kembali bertemu dan kembali berjuang menyelesaikan tugas itu.. KAUP.. hanya bedanya kami sudah bertambah dewasa sekarang, sudah bertambah tuntutan..
tak ada lagi canda tawa.. yang ada hanya keluhan..
menangis? iya.. sama saja seperti 2 tahun lalu.. kami selalu mengorbankan air mata kami untuk ini..

tidak ada harapan lain selain yang terbaik untuk semuanya..
ah, asal kalian tahu... bahwa masa2 S1 itu sungguh menyenangkan!

salam KAUP selalu,
Inderaswari.Dina

W.A.N.I.T.A

Inilah kami yang kau anggap lemah..
yang terlahir dengan kodrat kami sebagai perempuan..

kami yang akhirnya belajar lebih banyak darimu tentang kehidupan,

kami memasak sekaligus menjaga rumah belum lagi mengurus anak
tapi kami tak pernah lupa untuk mempelajari apa yang juga kau pelajari







Inilah kami yang kau anggap tak berdaya..

kami yang menyukai kebiasaan kami
untuk selalu menggunakan hati kami jauh lebih banyak daripada yang lain juga kami yang menganggap tertawa adalah pengobatan kami.. atau menangis merupakan kebiasaan kami..










Inilah kami yang kau anggap tak sepadan..

yang merasakan rasa sakit menstruasi setiap bulan lebih dari apapun

yang berjuang antara hidup dan mati untuk lahirnya bayi ke dunia

yang berlari di atas high heels
yang berbagi antara kantor dan menyusui








Inilah kami yang kau anggap tak bisa apa - apa..

yang menyetir sambil bermake-up
yang memasak sambil membalas sms-mu yang menjahit sambil sesekali menjawab pertanyaan si kecil
dan,
inilah kami yang akhirnya mencintaimu dengan penuh ketulusan
karena kami meletakkan hati kami di mana - mana, dan turut mendampingkan hati kami pada otak kami, sehingga kau pun boleh merasa tenang..




Women are always beautiful. ~Ville Valo

you are my truly morning coffee

for : RezhakovfKalashnikov
Bagi saya,
kamu adalah seperti kopi pagi..
yang memulai pagi dengan senyum entah sepahit apa..

Bagi saya,
kamu adalah seperti kopi pagi..
yang jika diminum keterusan akan menjadi candu..

Bagi saya,
kamu adalah seperti kopi pagi
dengan segala kenikmatan dan kenyamanan yang kamu tawarkan..

Bagi saya,
kamu adalah seperti kopi pagi
yang selalu menghibur dan menjadikan pagi ini berbeda

Bagi saya,
kamu adalah seperti kopi pagi
yang jika tanpamu hari ini akan tidak sebaik hari biasanya

Bagi saya,
kamu adalah seperti kopi pagi
yang tiada lagi kata lebih tepat untuk memajemukkanmu..



best hug and kiss
Inderaswari.Dina

my black

10 : 32 pm, troubleshoot..

one day, i met you in the very dark moment..
another day, (again) in the rather dark moment..

you still there and listened to me very carefully
you still you and told everything bitter..

your broken smile, your face..
remind me of something ugly-beauty
how to face the problem and solve it then.

today,
i saw you in my very dark moment..
thank you.



Setiap masalah selalu ada solusinya (Rully Bonardo)

you are invited to my 'will' world..

room, 9:35 pm and lack of ideas..

Passion : read. interests : books.

this is about my future my friends,
i will have a container of bookshelves that contain many kind of books. and i can jump to this area every time. whenever i want. ah may that dreams so come true. you can go too to this very comfort zone and just enjoy every moment with all the things. yes, all the things. for me books are the things.

still, about my future friends..
those are the books:
1. about education, i dont know, i just want it to be first one.
2. about woman, yeah maybe this one second better.
3. about Indonesia, just because i love my country, a lot.
4. kids story, til now, i still read about kids story.
5. novels, yeah, i always love about fiction romance story, because it turns me to the real romantic world. i know it really silly, though, but i love it.
6. about home
7. about music
8. about picture
9. about brands
10. about nations
11. about numbers
12. about politics
13. about belief
14. ..
15. ..
(too many)..



beri saya waktu sejenak apalagi saat saya stress, dan saya hanya akan menuju toko buku dan membeli segala buku apa saja, impulsively. Menghindarkan diri dari coklat hanya untuk membaca. entahlah apa saja yang sudah saya dapat dari membaca, yang saya tahu membaca itu menyenangkan. salah satu hal yang kemudian menormalkan saya.

best kisses,
inderaswari.dina


Good friends, good books and a sleepy conscience: this is the ideal life ~Mark Twain