mereka bercinta di rumah sakit jiwa


[hanya sepenggal cerita fiksi, saat ini dan nanti..]

Sinta perempuan. dan Rama itu laki-laki. mereka kenal, tapi tak saling menyapa. hanya tahu, tanpa berpadu.

[Sinta]
aku, perempuan beranjak dewasa yang pJustify Fullernah belajar tentang hidup ini. bersekolah hanya salah satu cara yang aku lakukan untuk mempelajari tentang hidup ini. guru hanya segelintir manusia yg membantu aku untuk memahami hidup ini. selebihnya.. aku lebih suka untuk berkelana dalam gulita, sampai terang meraja.
dan sekarang, aku merasa kehidupan ini tak lagi sama. tepatnya ketika tiga tahun lalu, tiba-tiba mereka semua hilang, entah kemana. dan aku? aku yang sedang belajar, terpaksa berhenti sejenak, mencari mereka. menyadari bahwa mereka tak lagi ada. kecewa? jelas.. tapi rasa sedih ini yang membuatku akhirnya berhenti belajar tentang hidup. cukup. terang tak kunjung datang.

[Rama]
aku, laki-laki yang tak pernah suka untuk terlahir di dunia ini. satu-satunya yang aku suka itu cuma musik. tapi ternyata itu tak seindah bayanganku lagi. belasan tahun aku berjuang untuk membawa musik sebagai satu-satunya hidupku. hingga satu hal..
aku merasa otakku waras, ternyata tidak. petikan gitar itu dengan suksesnya menghantui pikiranku. hingga aku terperangkap. di sini..

[Sinta]
putih. ini kamarku.. tak ada satupun yang kukenal di sini. lalu, untuk apa dulu aku pernah belajar?

[Rama]
kata orang, saat bermain gitar, aku terlihat lebih waras. sedikit.

[Sinta]
saat aku ingin waras, satu hal yang aku perlu. mendengarkan Rama bermain gitar. itu satu-satunya hal yang membuatku merasa memiliki teman.

[Rama]
saat aku lelah bermain gitar, aku memilih mendengarkan Sinta bercerita mengenai kisah tentang biologi.

[Rama & Sinta]
di sinilah kami terjebak. dan akhirnya sibuk dengan diri masing-masing. mereka pikir kami gila. tapi, apa mereka bisa memainkan gitar sebaik Rama. meskipun Rama tidak pernah tahu perkalian. dan apa mereka bisa memahami perkembangan tumbuhan sebaik Sinta, meskipun Sinta tidak pernah tahu bahwa kopi itu pahit.