seharusnya tidak seperti ini, bukan?


helaan nafas yang terasa lebih lama dari biasanya.. sembari memejamkan mata, menikmati sisa yang ada..

dia, si telinga sebelah akhirnya berkata sebuah makna cinta..
senyum inipun terasa dipaksakan..
jari ini pun gemetar..

dan ya, punggung itupun mulai menjauh..
tawa hina pun tak lagi ada..
hingga akhirnya aku tersadar, bahwa dirinya bukan lagi milik telinga sebelah..
mungkin ia telah menemukan anting-antingnya

dan cerita sofa rusak pun tinggal cerita..
satu yang pasti, hati ini masih berada yang pertama di sisi telinga sebelah, terimakasih.

0 Responses